Rabu, 13 April 2011

Memilih Singkong Yang Enak

Banyak di antara kita penggemar singkong, baik singkong goreng, singkong rebus, gethuk, sawut, karak singkong, atau apa saja makanan yang berasal dari singkong. Namun hanya sedikit yang mengenal enak tidaknya singkong selagi masih belum diolah, atau mentah.

Ada banyak macam singkong di negara kita. Dari warnanya ada singkong kuning alias
singkong mentega, dan kebanyakan singkong berwarna putih. Yang putih ini ada yang
bernama singkong ketan, singkong tahun, singkong pandesi, singkong pandemir, singkong
mukibat, singkong genjah. Semuanya memiliki ciri dan aroma serta karakter/sifat masing-
masing. Singkong pandesi itu beracun, kulitnya berwarna putih tipis, warna daunnya kalau
masih ada pohonnya hijau tua. Kadar airnya banyak sehingga bagus untuk dibikin pathi atau
tapioka, tapi tak baik untuk dikonsumsi, alias tak baik untuk digoreng/direbus.

Singkong yang lain tak beracun, namun ada juga sifat masing-masing. Biasanya warna
kulitnya coklat atau merah/kemerah-merahan/maron. Ada yang gampang dikuliti, ada yang
sulit dikuliti karena kelewat umurnya. Singkong yang umurnya dibawah satu tahun, biasanya
mudah dikupas. Tetapi yang lebih dari setahun tak dipanen apalagi telah berganti musim,
akan sulit dikupas. Singkong-singkong ini biasanya bantat, tak enak dikonsumsi.

Singkong yang enak adalah singkong muda yang umurnya antara 6 s.d. 8 bulan. Di samping
empuk, juga ada aromanya. Tetapi ciri utama singkong yang empuk adalah kalau diopotong
di tengah, dia akan pecah/membelah, minimal retak. Semakin lebar rekahannya akan
semakin empuk kalau direbus. Sebaliknya kalau dipotong tetapi tak ada retakan, apalagi tak
rekah lebar, alias bantat, maka semakin keras serta tak enak. Maka lebih baik urungkan beli
singkong itu. Satu tumpukan singkong biasanya sifatnya sama, satu bantat yang lain pun
akan bantat pula.

Namun kalau memilih dari tumpukan singkong, hindari singkong yang sudah berwarna biru,
berkayu pada pangkalnya dan carilah singkong yang mulus-mulus tak terluka kulitnya.
Singkong yang mulus, isinya pun mulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar