Senin, 14 Februari 2011

3 Alternatif untuk berhenti merokok

BANYAK upaya yang bisa Anda coba untuk berhenti merokok, mulai dari obat-obatan, terapi, penggunaan patch (plester) atau gum nikotin hingga pendekatan alternatif. Mana yang paling efektif? Para dokter mendorong pasien untuk memadukan cara-cara tersebut.

“Pengobatan alternatif sendiri kemungkinan tidak bisa menghentikan sepenuhnya, sebaiknya dikombinasikan dengan pengobatan lainnya,” terang Amit Sood, MD, dari Mayo Clinic’s complementary and integrative medicine program.”Merokok merupakan gangguan serius dan sebaiknya ditangani layaknya penyakit kronis,” tutur Sood, seperti dikutip situs health.com.

Berikut tiga metode pengobatan alternatif yang bisa Anda coba:

Hipnosis
Hipnosis dikenal bisa mengubah perilaku dengan cepat. Karena itu, para perokok seringkali menggunakan cara alternatif satu ini sebagai titik awal untuk menghentikan kebiasan merokok. Hipnosis merilekskan pikiran sehingga Anda mampu mengenali pemicu yang seringkali muncul di bawah sadar.

“Hipnosis sama dengan alpha state, kondisi yang Anda lewati saat tidur di malam hari, terbawa dalam memori, atau saat menonton televisi,” terang Alan B. Densky, seorang hipnoterapis dari Lauderdale, Florida.

Pada sesi wal terapi, pasien akan diminta menceritakan kebiasaan merokok mereka. Selanjutnya, terapis akan membuat pasien rileks dengan berbagai metode. Kemudian, terapis memberikan saran atau mengajak pasien berbincang-bincang untuk mengetahui
motivasi yang bisa membuat pasien berhenti merokok.

Akupunktur
Teknik ini bertujuan untuk mengurangi keranjingan merokok dan meredakan gejala-gejala fisik yang mucul saat pasien berhenti merokok.

Akupunktur merupakan pengobatan alternatif untuk berhenti merokok yang paling banyak dipelajari. Sebuah studi kecil menemukan bahwa efek akupunktur sendiri dan kombinasi akupunktur dan pendidikan secara signifikan mengurangi kebiasaan merokok.

Meditasi
Meditasi, yang berfungsi merilekskan tubuh dan menajamkan fokus pikiran, bisa membantu menghentikan kebiasaan merokok saat dipadukan dengan terapi konvensional.”Ada elemen neurobiologi di belakangnya,” terang Sood.

Sebuah studi di 2002 menemukan bahwa meditasi melepaskan dopamine di otak, proses ini sama dengan saat nikotin memicu perasaan rileks. Perokok umumnya keranjingan dengan perasaan nyaman ini.

Salah satu teknik meditasi yang umum digunakan adalah menemukan posisi duduk yang nyaman, menarik nafas dan mengeluarkan nafas melalui hidung secara perlahan. Cobalah memusatkan perhatian pada aliran nafas Anda. Mulailah dengan lima menit sehari, tingkatkan secara perlahan hingga 20 menit sehari.

sumber; Ikarowina Tarigan, mediaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar