Senin, 14 Februari 2011

Cara mencuci yang benar agar pakaian menjadi awet

Pekerjaan rumah tangga Anda saat ini semakin mudah dengan adanya mesin cuci yang serbaotomatis. Anda tinggal mengatur semua tombol-tombolnya, dan meninggalkannya untuk melakukan aktivitas yang lain. Pakaian pun akan bersih dalam waktu yang Anda tentukan.

Sayangnya, masih banyak orang yang salah dalam menangani urusan pencucian pakaian. Misalnya saja, karena pakaian sudah keburu menumpuk Anda masukkan saja semua pakaian tersebut ke dalam mesin cuci. Niatnya untuk menghemat waktu, tetapi hasilnya tak sepadan. Pakaian Anda lekas pudar, kancingnya lepas di sana-sini, bahkan kotorannya pun tak tercuci bersih!

Untuk menghindari semua ini, segera ubah kebiasaan Anda saat mencuci pakaian. Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana ini, pakaian kesayangan Anda tetap awet dan wangi sepanjang waktu.

Jangan biarkan noda terlalu lama menetap pada pakaian. Cara terbaik untuk menghilangkan noda adalah segera membersihkan begitu pakaian terpapar bercak kotoran. Gunakan produk pembersih noda khusus untuk membasuhnya dengan cepat. Jika Anda tak bisa langsung menanganinya, lakukan segera setelah Anda tiba di rumah. Meskipun Anda harus menunggu hingga beberapa hari untuk mencuci pakaian tersebut, akan lebih baik jika Anda melakukan perawatan darurat untuk mencegah noda makin sulit dibersihkan.

Pisahkan pakaian Anda. Pisahkan pakaian yang berwarna gelap dari yang terang, serta pakaian yang berbahan lembut dari yang kaku atau kasar. Meskipun sudah pernah dicuci, pakaian berwarna gelap masih bisa melunturi pakaian lain pada pencucian berikutnya. Pisahkan juga handuk dari pakaian Anda, karena bulu-bulu dari handuk bisa menempel pada pakaian.

Saat akan mencuci, balikkan pakaian sehingga bagian luarnya menghadap ke dalam. Hal ini untuk mencegah bagian luar pakaian saling bergesekan dan membuat warnanya memudar. Luruskan gulungan kaus kaki dan manset pada lengan baju untuk melepaskan kotoran dari lipatannya. Kosongkan kantung kemeja dan celana, tutup resleting, kancing, dan pengait celana, untuk mencegah pakaian tersangkut satu sama lain dan robek.

Jangan mengisi penuh mesin cuci. Mesin cuci biasanya memiliki pengaturan kapasitas pakaian dalam sekali pencucian. Dengan menyisakan cukup ruang untuk pakaian di dalam mesin cuci, alat pemutar (spinner) dapat “mengucek” pakaian lebih leluasa. Jika mesin cuci terlalu penuh, pakaian tidak akan tercuci dengan bersih. Tidak adanya cukup ruang di dalam mesin cuci menyebabkan pakaian saling bergesekan dan mudah rusak. Kecelakaan seperti kancing pakaian terlepas biasanya terjadi akibat mesin terlalu penuh.

Lakukan pengaturan pencucian sesuai bahan pakaian. Pengaturan “regular” dapat digunakan untuk kebanyakan pakaian yang terbuat dari katun. Sedangkan untuk pakaian yang menggunakan bahan yang ringan dan longgar seperti sutera, sebaiknya atur spinner pada posisi “soft”. Jika pakaian Anda pada umumnya tidak begitu kotor, Anda bisa melakukan pengaturan soft dengan waktu yang tidak perlu terlalu lama.

Hemat air saat membilas. Umumnya kita akan membilas pakaian beberapa kali untuk memastikan agar busa sabun benar-benar lenyap. Padahal ada cara yang lebih mudah untuk menghilangkan busa, sekaligus menghemat penggunaan air. Anda bisa menggunakan Molto Ultra Sekali Bilas, pelembut dan pewangi pakaian konsentrat yang memungkinkan Anda membilas cucian sekali saja. Hal ini disebabkan inovasi bahan aktif berupa antifoam, yang bertugas membersihkan semua busa pada pakaian secara menyeluruh; antideterjen, yang menghilangkan semua sisa sabun dari pakaian saat dicuci; dan antiredeposisi, yang menghambat kotoran untuk melekat kembali pada pakaian. Anda bisa menghemat air, waktu, dan tenaga saat mencuci, sekaligus mempertahankan kesegaran pakaian Anda hingga 14 hari.

Segera jemur pakaian yang sudah dikeringkan. Jangan meninggalkan pakaian yang sudah dicuci berlama-lama di dalam mesin cuci. Dalam hitungan waktu, pakaian yang basah dapat menimbulkan bakteri. Handuk yang sudah dicuci pun mungkin akan berbau segar. Namun setelah Anda memakainya lagi (untuk mengeringkan tubuh sehabis mandi), handuk bisa meninggalkan bau apek.

Rawat mesin Anda. Setelah dipakai mencuci, biarkan tutup mesin terbuka untuk mengurangi kelembabannya. Bersihkan juga kain penyaringnya agar tidak menyimpan bulu-bulu halus dari pakaian. Keringkan bagian luar mesin cuci, terutama panel-panelnya, agar tidak merusak fungsinya. Lakukan juga servis mesin cuci secara berkala untuk memastikan semua fungsi mesin tetap berjalan dengan semestinya.

Sumber: redbook, Editor: din, kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar